Friday, June 11, 2010

Monumen Nasional Jakarta (MONAS)



08 Jun 2010. Selepas bersarapan pagi di Hotel Triniti, kami check-out. Dari hotel kami pergi melawat Monumen Nasional (Monas), yang terletak di Dataran Merdeka, di tengah Bandaraya Jakarta, lokasi pertama kami. Monas merupakan landmark bagi bandaraya Jakarta.

Monas atau Tugu Monas dirasmikan oleh Presiden Soeharto pada 12 Julai 1975. Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Menara Monas diperbuat dari marmer yang berbentuk alu lesong, tingginya 132 meter. Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang berbentuk nyala obor yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.




Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kukuh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat berlepas dan mendarat.

Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.
Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan simbolik angka keramat Pengistiharan Kemerdekaan Rebuplik Indonesia (17-8-1945).


Selepas lawatan di Monas, kami dibawa ke Kota Bandung. Perjalanan ke Bandung mengambil masa lebih kurang 2 jam 30 minit.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...